Pengetahuan yang Sangat Penting
Pelestarian dan pelepasliaran hanya akan sukses jika berdasarkan pada pengetahuan dan pengertian yang rinci tentang kebutuhan ekologis dan biologis dari jenis hewan yang bersangkutan. Oleh sebab itu, SOCP memainkan peran utama dalam penelitian, survei dan pemantauan orangutan sumatera.
Untuk melestarikan orangutan, sangatlah penting untuk mengetahui sebanyak mungkin tentang jenis hewan tersebut beserta kebutuhannya. Pelestarian dan pelepasliaran hanya akan berhasil jika didasarkan pada pengetahuan yang rinci serta pengertian yang menyeluruh tentang habitat dan kebutuhan ekologis lainnya dari spesies tersebut. Untuk mencapai hal ini, SOCP memiliki staf lapangan yang secara permanen berbasis di pusat penelitian Ketambe yang terkenal yang berlokasi di Aceh Tenggara. SOCP juga telah membangun kembali pusat penelitian di Suaq Balimbing di Aceh Selatan dan mendirikan satu pusat penelitian baru - dan yang pertama - di kawasan hutan Batang Toru di Sumatera Utara.
Di samping penelitian rinci terhadap populasi orangutan di ketiga lokasi di atas, SOCP juga merupakan pemeran utama dalam melakukan survei dan monitoring orangutan di seluruh jangkauan hewan tersebut yang terdapat di kawasan lainnya di Sumatera. Pada kenyataannya, sebagian besar dari apa yang diketahui tentang orangutan pada saat ini terkait jumlah yang tersisa, penyebaran dan ancaman bagi keberlangsungan hidupnya merupakan hasil langsung dari kegiatan yang dilakukan oleh staf serta berbagai afiliasi dari SOCP. Memang benar bahwa SOCP telah berperan secara aktif dalam beberapa tahun terakhir dalam melakukan penilaian dan memperbaharui data-data yang telah diketahui terkait status orangutan liar secara keseluruhan. Staf SOCP telah menghabiskan sebagian besar waktunya, seringkali dengan kondisi yang sangat mendasar dan dengan jumlah perjalanan kaki yang cukup tinggi, untuk menemukan dan mendokumentasikan beberapa populasi yang kurang dikenal yang tersisa di bagian utara Sumatera serta untuk memastikan batas-batas kawasan penyebarannya dengan jelas. Hasil dari survei awal membentuk dasar untuk melakukan tinjauan utama tentang orangutan liar di Indonesia, dikenal sebagai lokakarya tentang Analisa Keberlangsungan Populasi dan Habitat yang diadakan di Jakarta pada tahun 2004.
Survei awal serta berbagai kegiatan lanjutan yang dilakukan sejak 2004 memberikan perkiraan bahwa saat ini terdapat sekitar 6.000 orangutan sumatera yang tersisa di alam liar dan bahwa angka tersebut masih terus mengalami penurunan. Perlu diingat bahwa populasi tersebut telah terbagi-bagi atas beberapa sub-populasi. Pada dasarnya hanya terdapat 3 kawasan, di mana jumlah orangutan yang dapat berbaur dan melakukan kawin silang melebihi angka 1.000! Ada kekhawatiran yang serius terhadap keberlangsungan orangutan sebagai satwa liar, jika populasi yang tersisa tidak dapat dilindungi dalam jangka panjang.